Sketsa atau sket (sketch) secara umum dikenal sebagai bagan atau rencana bagi sebuah lukisan. Dalam pengertian itu, sketsa lebih merupakan gambar kasar, bersifat sementara, baik diatas kertas maupun diatas kanvas, dengan tujuan untuk dikerjakan lebih lanjut sebagai lukisan. Mengingat sederhana penampilannya, sketsa lebih merupakan “persiapan” dari lukisan yang akan datang.

 

# Menggambar Arsitektur

 

# Menggambar Arsitektur

Perspektif

Dengan menerapkan prinsip perspektif maka gambar yang dibuat akan memunculkan kesan keruangan (kedalaman) dan obyek yang digambar sesuai dengan apa yang terlihat.  Hal ini seperti pengertian perspektif yaitu menggambar sesuai pandangan mata (prospectiva dalam bahasa Italia berarti pandangan).

Dengan demikian gambar yang dibuat harus sesuai dengan yang kalian lihat, benda yang dekat digambar lebih besar dibandingkan benda yang letaknya jauh atau benda yang jauh warnanya lebih pudar dibandingkan dengan benda yang dekat letaknya.  Hal ini sudah dirumuskan dalam

HUKUM PERSPEKTIF :

1.      Letak Garis horison pada bidang gambar menunjukkan letak benda terhadap tinggi mata orang yang menggambar.

2.      Titik-titik  Hilang selalu terletak pada garis Horison

3.      Semua garis yang sejajar dengan tanah digambar sejajar dengan garis horison

4.      Semua garis sejajar yang mengarah ke garis horison akan bertemu di satu titik pada garis horison.

5.      Semua garis yang tegak lurus dengan tanah tetap digambar tegak lurus dengan garis horison.

6.      Warna benda makin jauh makin pucat (pudar)

7.      Bidang bulat akan terlihat atau digambar menjadi bentuk elips.

Istilah-istilah dalam gambar perspektif antara lain :

Garis Horison (GH) , yaitu garis maya batas antara bidang langit dan tanah. Disebut juga cakrawala yang menjadi ukuran tinggi mata penggambar pada bidang gambar.

Titik Hilang (TH), yaitu titik pertemuan semua garis atau bidang yang mengarah dan menghilang pada garis horison.  Semua titik atau benda yang semakin jauh dari pandangan akan menghilang pada titik hilang ini.

 

Menggambar Arsitektur # perspektif satu titik hilang

 

Menggambar Bentuk adalah memindahkan objek/benda-benda yang ada disekitar kita dengan tepat seperti keadaan benda yang sebenarnya, menurut arah pandang dan cahaya yang ada.

Menggambar bentuk adalah memindahkan objek/benda-benda yang ada disekitar kita dengan tepat seperti keadaan benda yang sebenarnya, menurut arah pandang dan cahaya yang ada.

Menurut Dr. Cut Kamaril WS. Menggambar Bentuk merupakan usaha mengungkapkan dan mengkomunikasikan ide/gagasan, perasaan dalam wujud dwi matra yang bernilai artistik dengan menggunakan garis dan warna.

Ungkapan tersebut sesuai dengan bentuk benda yang digambar. Hasil gambarnya menunjukkan kreativitas maupun keterampilan penggambar dalam menampilkan ketepatan bentuk maupun jenis benda yang digambar.

Dalam menggambar bentuk dituntut ketepatan bentuk benda yang digambar. Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan tentang dasar-dasar ketepatan bentuk yakni proporsi atau ukuran perbandingan dan ketepatan barik/tekstur yang menunjukkan ketepatan jenis benda tersebut. Bagi orang yang pandai menggambar dapat menggambar langsung dengan tepat apa yang digambar. Bagi orang yang masih belajar perlu mengetahui dasar-dasar proporsi tersebut, dengan menggunakan garis-garis pertolongan untuk membagi-bagi bentuk benda dalam ukuran perbandingan tertentu supaya gambarnya tepat.

OBYEK GAMBAR BENTUK

Obyek yang digunakan dalam menggambar bentuk bermacam-macam, namun dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk dasar, yaitu :

a.       Bentuk Geometris, yaitu obyek-obyek yang mempunyai bentuk beraturan.

  • Bentuk Kubistik

Obyek yang mempunyai bentuk dasar piramida, kubus, balok, prisma dan limas.  Contohnya almari, kulkas, meja, kursi, buku, bangunan rumah, televisi, koper dan sebagainya.

  • Bentuk Silindris

Obyek yang mempunyai bentuk dasar tabung, kerucut.  Contohnya kipas listrik, botol, kendi, topi, pensil, panci, ember dan sebagainya.

  • Bentuk Bola

Obyek yang mempunyai bentuk dasar bola.  Contohnya bola lampu, buah kelapa, buah jeruk dan sebagainya.

b.      Bentuk Non Geometris, yaitu obyek-obyek yang bentuknya tidak beraturan (bukan kubistik, silindris dan bola).  Contohnya sebongkah batu, air, api, sayur-sayuran dan sebagainya.

# Menggambar Arsitektur – Gambar Bentuk


Untuk menjajaki beberapa kemungkinan pembuatan racana dinding , pertama kita menekuk pias karton tipis atau merekat empat potong karton tebal menjadi sebuah kubus tanpa sisi muka dan pungkur. Itulah petak ruang yang paling sederhana. Petak itu bolong dan kita dapat meletakkan gatra didalamnya. Gatra ini dapat berupa bidang papar saja, yang di perulangkan atau beragam.

Keragaman kedudukan gatra :

a. Memindahkan raut kedepan atau kebelakang.

b. Memindahkan raut keatas atau kebawah.

c. Memindahakan raut kiri ke kanan.

d. Mengurangi lintang atau tinggi raut untuk menimbulkan kesan terbenam ke dalam salah satu bidang yang mengurungnya.

 

Tugas Trimatra # Racana Dinding

 

 

 

Untuk membangun bidang gempal, kita bayangkan deretan irisannya, atau cara bentuk itu teriris tipis sehingga diperoleh bidang bersaf. Setiap bidang dianggap sebagai gatra yang di pakai dalam susunan perulangan atau roncetan.

Roncetan berhubungan dengan gatra yang beragam dan dapat digunakan dalam tiga cara :

a. Ukuran Roncet, raut berulang.

b. Raut roncet, ukuran berulang.

c. Raut dan ukurannya roncet.

Tugas trimatra # Bidang bersaf

Gambar sketsa pensil saya dengan arsiran.

Ini gambar waktu UTS waktu +-90 menit

lain ..

 

Sebuah tessellation atau ubin adalah pola angka  yang mengisi pesawat tanpa tumpang tindih dan tidak ada kesenjangan. Satu juga dapat berbicara tentang tessellations bagian-bagian pesawat atau permukaan lain. Generalisasi dimensi yang lebih tinggi juga mungkin. Tessellations sering muncul dalam seni dari MC Escher , yang terinspirasi dengan mempelajari penggunaan Moor simetri di Alhambra ubin dalam kunjungan pada tahun 1922. Tessellations terlihat sepanjang sejarah seni, dari arsitektur kuno sampai seni modern.

Dalam bahasa Latin, tessella adalah bagian kubus kecil tanah liat , batu atau kaca yang digunakan untuk membuat mosaik . [1] Kata “tessella” berarti “kotak kecil” (dari ” TESSERA “, persegi, yang pada gilirannya berasal dari kata Yunani untuk “empat”). Ini sesuai dengan istilah sehari-hari ubin yang mengacu pada aplikasi tessellations, sering terbuat dari berlapis tanah liat.

Tugas #5 Dwimatra Tessellation (Tugas Besar)

Pada sesi ini saya di sibukkan dengan waktu yang sangat terbatas, jadi harus selesai tepat waktu. Konsep saya harus yang sederhana tapi enak di pandang.

Kuis Dwimatra #Grid Monokromatik (Belum Finish, Belum dikasih Grid)

KOMPOSISI GRID

Grid adalah suatu sistem perpotongan dua garis-garis sejajar atau lebih yang berjarak teratur. Grid membentuk suatu pola geometrik dari titik-titik yang berjarak teratur pada perpotongan garis-garis grid dan bidang-bidang beraturan yang dibentuk oleh garis-garis grid itu sendiri.

Tugas #2 Dwimatra Grid

Warna Monokromatik

Pada teori warna juga dikenal istilah warna monokromatik, yaitu warna yang diperoleh dari hasil gradasi warna pilihan. Gradasinya mulai dari yang paling terang hingga yang paling pekat. Misalnya, warna hitam memiliki warna monokromatik dari hitam pekat, hitam pudar, abu-abu, hingga putih.

Jika warna itu merah, warna monokromatiknya mulai dari merah paling pekat (marun), merah biasa, merah terang, merah muda, hingga putih kemerahan.

Warna monokromatik disebut juga warna harmoni. Dalam memadukan warna, memilih warna harmoni merupakan cara yang paling “aman”. Ini karena sesuai namanya “harmoni“, pasti warna yang dipadukan selalu harmonis dan selaras.

Tugas #4 Dwimatra Warna Monokromatik

CATEGORIES

TODAY’S DATE

April 2014
M T W T F S S
« Dec    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.