PERANCANGAN WATERFRONT KAMPUNG KAPITAN PALEMBANG

Image

Kampung Kapitan merupakan kelompok 15 bangunan rumah panggung ala China yang terletak di Kelurahan 7 Ulu.
Bangsa china masuk ke palembang diperkirakan pada masa peralihan kerajaan sriwijaya-kesultanan palembang darusalam, antara 1500-1700 MPada masa kesultanan palembang, penduduk pendatang asing, seperti cina, india, tambi, dan etnik lainnya, tidak diperkenankan untuk tinggal di daratan. yang diperkenankan hanyalah orang pribumi, atau penduduk asli. namun, sekitar tahun seribu tujuh ratus, mengingat jasa terhadap perdagangan yang menjadikan perekonomian palembang maju pesat, maka beberapa dari penduduk timur asing , termasuk cina, diberikan kebebasan untuk dapat bertempat tinggal di daratan. dan karena masyarakat etnis cina cepat beradaptasi dengan penduduk setempat, maka terjadilah perkawinan antara pribumi dengan orang china, khususnya dengan para wanita pribumi.

Setelah masa kesultananan palembang berakhir, pada tahun seribu delapan ratus dua puluh tiga, maka bentuk awal pemerintahan belanda masih mempergunakan para bangsawan palembang, untuk memerintah. orang yang diberi suatu kekuasaan untuk memimpin suatu daerah oleh pemerintah hindia-belanda pada masa itu disebut kapitan. sebagai kelengkapan alat pemerintahan, maka di setiap kelompok etnis diangkat seorang mayor, kapitan, atau letnan , yang diberi suatu kebebasan untuk mengatur pemerintahan sendiri , dengan cara memberi upeti kepada pemerintah hindia-belanda.Untuk kelompok etnis tionghoa atau cina, diangkat pertama kali seorang mayor pada tahun seribu delapan ratus tiga puluh, mayor ini dikenal dengan nama coa ki cuan, yang merupakan ayah dari kapitan coa ham hin. kapitan coa ham hin adalah pemimpin masyarakat pada masa keresidenan palembang, yang mendapat jabatan sekitar tahun seribu delapan ratus lima puluh lima.

Image

KARAKTERISTIK KAWASAN

Akulturasi budaya di Palembang sudah terjadi sejak ratusan tahun silam. Salah satunya terlihat di Kampung Kapitan yang memiliki nilai historis dan penanda keberadaan komunitas Tionghoa. Tempat ini menjadi lambang keanekaragaman dan keharmonisan antar umat beragama serta warga dari berbagai adat istiadat dan etnis.

Memasuki area seluas 20 hektar, seolah dibawa ke masa-masa awal kehidupan Palembang di abad 16 hingga 18. Banyak bangunan kuno yang masih bertahan keasliannya di tengah arus modernisasi saat ini. Bangunan berarsitektur unik tersebut bahkan ada yang berumur sekitar 2 abad. Salah satu keunikan rumah di Kampung Kapitan adalah desainnya yang merupakan percampuran dari gaya arsitektur Belanda, Palembang dan Cina.

KONSEP

CHINATOWN RIVERFRONT

ImageImage

ImageImageImageImageImageImageImageImageImageImageImage

ImageImage

 http://www.youtube.com/watch?v=sMhEyQUCDj8